Sabtu, 16 Jun 2018

AYAT 64-70


TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK,
 Quran, Surah Maryam, Ayat 64-70
dari ayat 64 -70 allah mengutuskan jibril untuk mengabarkan berota tentang adanya alam kubur yakni setelah sesaat kematian berlaku pada tiap insan,.,.., ketika mana keluar roh dari jasat maka tempat baru bagi nya adalah alam kubur.,.,., yang mana alam yang penuh ketakutan dan penyeksaan bagi jiwa jiwa yang melakukan dosa dosa dan noda di atas dunia .,,.,., Selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan alasan mengapa ilmu-Nya meliputi segala sesuatu dan tidak lupa, yaitu karena Dia Tuhan langit dan bumi; Dia yang mengurus keduanya dengan susunan yang begitu rapih dan sempurna, tanpa ada yang dilalaikan-Nya dan dibiarkan-Nya.

Hal ini menunjukkan ilmu-Nya yang mencakup segala sesuatu, sehingga janganlah kamu khawatir, bahkan sibukkanlah dengan hal yang bermanfaat bagimu, yaitu beribadah kepada-Nya.Yakni bersabarlah dalam beribadah dan bersungguh-sungguhlah dalam mengerjakannya serta sempurnakanlah sesuai kemampuanmu. Sesungguhnya menyibukkan diri beribadah dapat mencukupi seorang hamba dari segala ketergantungan dan segala kesenangan.Pertanyaan ini maknanya adalah nafyu (penafian), yakni tidak ada sesuatu pun yang sama dan serupa dengan Dia.

 Syaikh As Sa’diy rahimahullah berkata, “Yang demikian adalah karena Dia adalah Rabb (Pengatur alam semesta), sedangkan selainnya adalah marbub (yang diatur), Dia adalah Khaliq (Pencipta), sedangkan selain-Nya adalah makhluk (yang dicipta), Dia Mahakaya dari segala sisi, sedangkan selain-Nya fakir dari segala sisi, Dia Maha sempurna, sedangkan selain-Nya berkekurangan, tidak ada kesempurnaan padanya kecuali apa yang diberikan Allah Ta’ala kepadanya. Hal ini merupakan dalil yang qath’i bahwa Dialah yang berhak diibadahi satu-satunya, dan bahwa beribadah kepada-Nya itulah yang benar, sedangkan beribadah kepada selain-Nya adalah batil. Oleh karena itu,

Dia memerintahkan untuk beribadah kepada-Nya dan bersabar di atasnya, serta menerangkan alasannya yaitu karena kesempurnaan-Nya, dan kesendirian-Nya dengan keagungan dan nama-nama-Nya yang indah.”Allah berdalih dengan penciptaan manusia pertama kali yang sebelumnya tidak ada untuk menunjukkan mampunya Dia mengulangi kembali. Oleh karena itu, orang yang mengingkari kebangkitan sesungguhnya lupa terhadap kejadian dirinya pertama kali, kalau dia ingat dan mau berpikir tentu dia tidak akan mengingkarinya.Lalu mereka didahulukan untuk menerima azab, kemudian orang yang di bawahnya dalam hal kedurhakaan, dst. Dalam keadaan seperti itu, mereka saling laknat-melaknat. Ketika itu orang yang terbelakang dimasukkan ke neraka mereka berkata kepada orang yang dimasukkan ke neraka lebih dulu, "Ya Tuhan Kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.” Allah berfirman: "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui" (Lihat surah Al A’raaf: 38)dan akhir nya

dari ayat 64-70dari ayat allah berfirman; Quran, Surah Maryam, Ayat 64 Wa ma_ natanaz zalu il la_ bi amri rab bika lahu_ ma_ baina aidina_ wama_ khalfana_ wa ma_ baina dza_lik wa ma_ ka_na rab buka nasiy ya_ Surah Maryam, Ayat 65 Rab bus sama_wa_ti wal ardi wa ma_ bainahuma_ fa'bud hu wash thabir li'iba_datih hal ta'lamu lahu_ samiy ya_ , Surah Maryam, Ayat 66 Wa yaqu_lul insa_nu a idza_ ma_ mittu lasaufa ukhraju hay ya_ , Surah Maryam, Ayat 67 Awa la_ yadzkurul insa_nu an na khalaqna_hu min qablu wa lam yaku sai a_ , Surah Maryam, Ayat 68 Fawarab bika lanahsyuran nahum wasysyaya_thina sum ma lanuhdhiran nahum haula jahan nama jitsiy ya_ , Surah Maryam, Ayat 69 Sum ma lananzi'an na min kul li si'atin ay yuhum asyad du alar rahma_ni itiy ya_ , Surah Maryam, Ayat 70 Sum ma lanahnu a'lamu bil lazina hum aula_ biha_ shiliy ya_ (64). وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖلَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَ ۚوَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa. (65). رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚهَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? (66). وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا Dan berkata manusia: "Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?" (67). أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali? (68). فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. (69). ثُمَّ لَنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَٰنِ عِتِيًّا Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. (70). ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِالَّذِينَ هُمْ أَوْلَىٰ بِهَا صِلِيًّا Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.

 dari Imam Ahmad berkata dari Ibnu `Abbas, ia berkata, Rasulullah bersabda kepada Jibril, “Apa yang mencegahmu mengunjungi kami lebih dari yang engkau telah lakukan?” Lalu turunlah: wa maa natanazzalu illaabi amri rabbika (“Dan tidaklah kami [Jibril] turun, kecuali dengan perintah Rabbmu.”) Al-Bukhari menyendiri dalam mentakhrijnya yang diriwayatkan ketika menafsirkan ayat ini. Firman Allah: laHuu maa baina aidiinaa wa khalfanaa (“Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada dihadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita,”) satu pendapat mengatakan bahwa apa-apa yang ada di hadapan kita adalah urusan dunia. Sedangkan apa-apa yang ada di belakang kita adalah urusan akhirat. Wa maa baina dzaalika (“Dan apa-apa yang ada di antara keduanya,”) apa-apa yang ada di antara dua tiupan terompet. Inilah pendapat Abul `Aliyah, `Ikrimah, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Qatadah dalam salah satu riwayatnya, as-Suddi dan ar-Rabi’ bin Anas. Sedangkan pendapat lain mengatakan: maa baina aidiinaa (“Apa-apa yang ada di hadapan kita,”) adalah perkara akhirat yang akan datang; wa maa khalfanaa (“Apa-apa yang ada dibelakang kita,”) yaitu dunia yang sudah berlalu; Wa maa baina dzaalika (“Dan apa-apa yang ada di antara keduanya,”) yaitu apa yang ada di antara dunia dan akhirat. Pendapat senada diriwayatkan dari Ibnu `Abbas, Sa’id bin Jubair, adh-Dhahhak, Qatadah, Ibnu Juraij, ats-Tsauri dan dipilih pula oleh Ibnu Jarir. Wallahu a’lam. Firman-Nya: wa maa kaana rabbuka nasiyyan (“Dan tidaklah Rabbmu lupa”) Mujahid dan as-Suddi berkata: “Maknanya, Rabbmu tidak akan melupakanmu.” Firman-Nya: rabbus samaawaati wal ardli wa maa baina Humaa (“Rabb langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, yaitu Rabb yang menciptakan, mengatur, penentu hukum dan penata yang tidak ada penentang atas hukum-Nya. Fa’buduHu wash-thabir li’ibaadiHi Hal ta’lamu laHuu nasiyyan (“Maka beribadahlah kepada-Nya dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia?”) Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu `Abbas: “Apakah kamu tahu sesuatu yang semisal atau serupa dengan Rabb?” Demikian pula pendapat yang dikatakan oleh Mujahid, Sa’id bin Jubair, Qatadah, Ibnu Juraij dan selain mereka. Sedangkan `Ikrimah berkata dari Ibnu `Abbas: “Tidak ada satu pun yang diberi nama ar-Rahman selain Allah Tabaaraka wa Ta’ala, Mahasuci nama-Nya. Hadits sahih riwayat Bukhori dari Ibnu Abbas tentang Azab Kubur Artinya: Nabi pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: sesungguhnya keduanya benar-benar sedang diadzab. Dan keduanya tidaklah diadzab karena sesuatu yang besar (menurut mereka). Adapun salah satunya, (dia diadzab) karena dahulu dia tidak menutup diri ketika buang air kecil. Dan yang satunya lagi, (dia diadzab) karena dia dahulu senang namimah (mengadu domba). Kemudian beliau mengambil pelepah kurma yang basah. Lalu beliau membelahnya menjadi dua bagian. Beliau pun menancapkannya pada masing-masing kuburan. Para shahabat bertanya: wahai Rosulullah, untuk apa engkau melakukan hal ini? Beliau menjawab: mudah-mudahan (hal ini) bisa meringankan adzab keduanya selama (pelepah ini) belum kering. Shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita kepada para sahabatnya tentang siksa dahsyat yang dialami di kuburnya, yaitu orang yang melalaikan shalat fardhu, orang yang suka berdusta, para pezina dan pemakan riba. Siksa itu terus menerus dialami hingga hari Kiamat. Wal-‘iyadzu billah. Kisahnya dibawakan oleh Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘anhu. [2] Ia berkata: Di antara yang sering dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabatnya ialah : “Adakah seseorang di antara kalian melihat sesuatu dalam tidurnya?” Lalu Beliau menceritakan apa saja yang Beliau lihat (dalam tidurnya) sebagaimana yang dikehendaki Allah. Pada suatu pagi (dalam riwayat lain: seusai shalat Subuh), (HR Muslim), dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘anhu, Syarh Nawawi (XV/36-37, no. 5896) “Sesungguhnya malam tadi telah datang kepadaku dua malaikat. (Dalam mimpi) keduanya membangunkanku. Lalu keduanya berkata kepadaku: “Berangkatlah!” Lalu aku berangkat bersama keduanya. Kami mendatangi seseorang yang terbaring. Ternyata ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa sebongkah batu. Tiba-tiba orang ini menjatuhkan batu itu ke kepala orang yang terbaring tersebut hingga memecahkan kepalanya. Lalu batu itu menggelinding ke arah sini (ke arah orang yang menjatuhkan batu), maka iapun mengikuti batu itu lalu mengambilnya. Namun ia tidak segera kembali menjatuhkan batu itu ke kepala orang yang terbaring hingga kepala orang tersebut kembali utuh seperti sedia kala. (Ketika kepala orang itu kembali utuh) ia ulangi perbuatannya atas orang yang terbaring itu seperti pada kali pertama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda .Aku berkata kepada keduanya,’Malam ini aku benar-benar melihat hal-hal yang menakjubkan. Apa arti hal-hal yang aku lihat?’ Keduanya menjawab: Akan aku ceritakan kepadamu.orang-orang yang separoh fisiknya indah dan separohnya lagi buruk, ialah orang-orang yang mencampurkan amal shalih dengan amal jelek, tetapi Allah mengampuni kejelekan mereka. (Dalam riwayat lain disebutkan bahwa dua malaikat yang menyertai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Jibril dan Mikail) [5]Demikianlah beberapa kisah tentang siksa kubur yang dialami rasulullah saw

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

JILIK KE 2 TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK AKAN BERPINDAH PADA EKAUN G.MAIL YANG BAHARU,.,.INSYAALLAH PADA TAHUN 2019,.,.,AMIIIN

JILIK KE 2 TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK AKAN BERPINDAH PADA EKAUN G.MAIL YANG BAHARU,.,.INSYAALLAH PADA TAHUN 2019,.,.,AMIIIN