Khamis, 14 Disember 2017
AYAT 10-13
Rabu, 13 Disember 2017
ayat 5-9
TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
*****************
- JILIK-6SURAH AR-RAHMAN
- BISMILLAHI-RAHMAN-NIR-RAHIM
- Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
- (5) وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ (6) وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ (7) أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ (8) وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ (9)
- Firman Allah Swt.:
- {الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ}
- Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (Ar-Rahman: 5)
- Yakni keduanya berjalan beriringan menurut perhitungan yang tepat dan tidak menyimpang serta tidak berbenturan, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
- {لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ}
- Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
- (Yasin: 40)
- Dan firman Allah Swt.:
- {فَالِقُ الإصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ}
- Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. (Al-An'am: 96)
- Diriwayatkan dari Ikrimah yang mengatakan bahwa seandainya Allah menjadikan cahaya semua penglihatan manusia, jin, hewan, dan burung-burung pada mata seorang hamba, kemudian dibukakan baginya suatu tirai di antara tujuh puluh tirai yang menghalang-halangi matahari, niscaya ia masih tidak mampu untuk melihat kepadanya. Cahaya matahari itu merupakan suatu bagian dari tujuh puluh bagian cahaya Kursi, dan cahaya Kursi itu merupakan suatu bagian dari tujuh puluh cahaya 'Arasy, dan cahaya 'Arasy itu merupakan suatu bagian dari cahaya tirai yang menutupi (Allah Swt.). Maka perhatikanlah, berapa banyaknya Allah memberikan cahaya kepada hamba-Nya di matanya di saat ia melihat kepada Zat Allah Swt. Yang Mahamulia dengan terang-terangan (di surga nanti). Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
- *****************
- Firman Allah Swt.:
- {وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ}
- Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. (Ar-Rahman: 6)Ibnu Jarir mengatakan bahwa ulama tafsir berbeda pendapat tentang makna an-najm dalam ayat ini, setelah mereka sepakat bahwa yang dinamakan syajar atau pohon-pohonan ialah tumbuh-tumbuhan yang tegak di atas pokok (batang)nya.Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa an-najm dalam ayat ini ialah sesuatu yang tergelarkan di atas permukaan bumi, yakni berupa tetumbuhan. Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair, As-Saddi, dan Sufyan As-Sauri. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir rahimahullah.Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan an-najm ialah bintang-bintang yang ada di langit. Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Hasan dan Qatadah, dan pendapat inilah yang lebih jelas; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui, mengingat Allah Swt. telah berfirman dalam ayat yang lain, yaitu:{أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ} الْآيَةَApakah kamu tidak mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata, dan sebagian besar dari manusia. (Al-Hajj: 18) hingga akhir ayat.
- Adapun firman Allah Swt.:
- {وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ}
- Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). (Ar-Rahman: 7)pendapat Ibnu Zaid. Mengingat pemberian hukuman kepada orang-orang bermaksiat yang berbuat dosa dan pemberian nikmat kepada orang-orang yang beriman ini merupakan karunia, rahmat, keadilan, dan kelembutan-Nya terhadap makhluk-Nya, dan peringatan-Nya kepada mereka akan adzab dan siksa-Nya yang akan menjatuhkan mereka dari kemusyrikan dan kemaksiatan dan lain-lain, Dia berfirman seraya mempertanyakan hal itu kepada seluruh makhluk-Nya
- Makna yang dimaksud ialah keadilan, sebagaimana yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
- {لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ}
- Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (Al-Hadid: 25)
- Hal yang sama dikatakan pula dalam firman berikutnya:
- {أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ}
- Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (Ar-Rahman: 8)
- Yakni Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak dan adil agar segala sesuatu berjalan dengan hak dan adil. Imam Ahmad meriwayatkan , Ahmad bin ‘Abdul Malik memberitahu kami, ‘Abdurrahman bin Abi Shahba’ memberitahu kami, Nafi’ Abu Ghalib al-Bahili memberitahu kami, Anas bin Malik memberitahu kami, ia bercerita: “Rasulullah bersabda: ‘yub’atsunnaasu yaumal qiyaamati was samaa-u tathisy-syu ‘alaihim’” (Umat manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat, sedang langit memercik hujan rintik kepada mereka).
- Dalam firman berikutnya lagi disebutkan:
- {وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ}
- Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (Ar-Rahman: 9)ARTI TIMBANGAN
- “Timbangan” yang dimaksud adalah dalam arti yang sesungguhnya dimana timbangan tersebut bukanlah dalam arti kiasan. Timbangan itu memiliki dua penampang yaitu disebelah kanan dan disebelah kiri. Tidak ada yang mengetahui berapa besarnya timbangan itu kecuali Allõh سبحانه وتعالى. Yang ada dalam timbangan tersebut hanyalah keadilan. Timbangan itu hasilnya tidak akan curang, maka ia disebut Al Qisthu atau Al ‘Adlu (Adil).
- Pada Yaumul Mizan itu tidak akan terdapat kecurangan sebagaimana peradilan yang kita temui dalam kehidupan di dunia ini. Di dunia ini orang pandai dalam memutar-balikkan fakta, membuat perkara-perkara peradilan dapat memenangkan pihak yang kuat dan menindas pihak yang lemah. Kecurangan yang dilakukan oleh manusia di dunia, akan menjadikannya binasa ketika ditegakkan Al Mizan baginya di akhirat nanti, karena keadilan Allõh سبحانه وتعالى adalah tidak bisa ditawar sebagaimana sistem peradilan di dunia ini.
- Artinya, janganlah kamu mengurangi timbangan dan sukatan, tetapi timbanglah dengan benar dan adil. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
- {وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ}
- dan timbanglah dengan neraca yang benar. (Al-Isra: 35) sebagaimana firman Allah yang lain:
- “laqad arsalnaa rusulanaa bil bayyinaati wa-angzalnaa ma’ahumul kitaaba wal miizaana liyaquuman naasu bil qisth” (sesungguhnya Kami telah mengutus para Rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Kami telah menurunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca [keadilan] supaya manusia dapat melaksanakan keadilan) (al-Hadid: 25).Dan demikianlah, disini Allah Ta’ala berfirman: “Al-laa tathghau fil miizaan.” (Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu) artinya, Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh kebenaran dan keadilan agar segala sesuatu berada dalam kebenaran dan keadilan.
*****************
Selasa, 12 Disember 2017
AYAT 1-4
- TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
- JILIK-6-SURAH AR-RAHMAN
- AYAT 1-4
- BISMILLAHI-RAHMANI-RAHIM
- Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal (sekolah) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga jadi untuk menjadi pendidik yang baik dan sebagai panutan Siswa dan Siswi atau Peserta didik maka kita harus mengetahui subjek pendidikan yang baik dan memiliki kualitas yang tinggi, maka dengan memahami Qur’an surat Ar-Rahman Ayat 1-4 kita sebagai calon pendidik akan mengetahui sikap yang harus dimiliki seorang pendidik.
- الرحمن 1 عَلَّمَ الْقُرْءَانَ 2 خَلَقَ الْإنْسَن 3 عَلَّمَهُ الْبَيَانَ 4
- 1. (tuhan) yang Maha pemurah,
- 2. yang telah mengajarkan Al Quran.
- 3. Dia menciptakan manusia.
- 4. mengajarnya pandai berbicara.
- SEBAB NUZUL.
- Ayat ini turun setelah terjadi pelecehan orang kafir setelah ada perinta untuk bersujud kepada Allah yang terdapat dalam surat al-Furqon'dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah Kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).
- Ayat ini merupakan bantahan bagi kaum kafir yang mengungkapkan mereka tidak mengenal seseorang yang bernama Rahman kecuali Rahman dari yamamah. Maka ayat ini menegaskan bahwa Arrahman bukanlah dia tetapi Allah yang maha Rahman yang telah mengajarkan Al-Qur’an dan telah menciptakan manusia.
- MAKNA MUFRODAT
- `الرحمن = yang maha pemurah (salah satu Nama Allah)
- عَلَّمَ الْقُرْءَانَ = yang telah mengajarkan Al – Qur’an
- š خَلَقَ الْإنْسَن = Umat Manusia ,
- عَلَّمَهُ الْبَيَانَ = kemampuan manusia untuk mengutarakan isi hati
- dan memahamkannya kepada orang lain[1]
- D. TAFSIR AR – RAHMAN AYAT 1 – 4
- 1. Tafsir Ar – Rahman Ayat 1
- Dalam penafsiran Surat Ar – Rahman ayat 1 ( الرحمن) ar-Rahman secara panjang lebar telah dikemukakan oleh penulis antaralain ketika menafsirkan surat al-Fatihah dan al-Furqan. Rujukan ke sana! Dalam konteks ayat ini dapat ditambahkan bahwa kaum musyrikin mekah tidak mengenal siapa ar-Rahman sebagaimana pengakuan mereka yang direkam oleh Qs. Al-Furqon [25] : 60. Dimulainya surat ini dengan kata tersebut bertujuan juga mengundang rasa ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakuan nikmat-nikmat dan beriman kepada-Nya.Di sisi lain, penggunaan kata rerbut di sini sambilmenguraikan nikmat-nikmat-Nya, merupakan juga bantahan terhadap merka yang enggan mengakui-Nya itu.[2]“Dari Anas ibn Malik r.a. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap orang Islam”. (H.R. Ibn Majah)
- Arti Ar-Rahman adala amat luas. Kalimat dalam pengambilannya ialah Rahmat. Yang berarti kasih, sayang, cinta pemurah. Dia meliputi kepada segala segi dari kehidupan manusia dan terbentang di dalam segala makhluk yang wujud dalam dunia ini. Didalam ayat-ayat al-Qur’an kita akan bertemu dengan ayat-ayat yang menyebutkan Ragmat Allah, tidak kurang daripada 60 kali, rahim sampai 100.
- Maka apabila kita perhatikan al-Qur’an dengan seksama,kita akan bertemu hampir pada tiap-tiap halaman, kalimat-kalimat Rahman, Rahim, Rahmat, Rahmati, Rahimi, Ruhamaak, Arhaman, al-Arhaam, yang semuanya itu mengandung arti akan kasih, sayang, pemurah, kesetiaan dan lain-lain. Artinya pada sifat-sifat yang lain, misalnya sifat santun, sifat Afuwwun (pemaaf), sifat Ghoffur (pengampun) dan lain-lain, didalamnya kalu kita renungkan, akan bertemu kasih-sayang tuhan, kemurahan tuhan, dermawan Tuhan.[3]Telah menceritakan kepada kami Abū Bakar bin Abī Syaibah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari ’Aţā‘ bin as-Sā‘ib dari ayahnya dari ’Abdullāh bin ’Amru, dia berkata, Rasūlullāh Şallallāhu ’Alaihi Wasallam bersabda: “Sembahlah ar-Rahmān (Allah) dan tebarkanlah salam.”
- 2. Tafsir Ar- Rahman ayat 2
- عَلَّمَ الْقُرْءَانَ (Yang telah mengajarkan al-Qur’an). Dalam kata عَلَّمَ (Telah mengajarakan) disini maksud telah mengajarkan diartikan kepada siapa yang dikehendakkinya[4].Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
- Dari Nabi saw., beliau bersabda: Allah berfirman: Aku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga serta tidak terbesit dalam hati manusia. Bukti kebenaran itu terdapat dalam Alquran: Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan
- Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 5050
- sedangkan patron kata عَلَّمَ (Telah mengajarakan) memerlukan dua objek. Banyak ulama yang menyebutkan objeknya adalah kata (الإنسان) manusia yang diisyaratkan oleh ayat berikutnya. Thabathabai menambahkan bahwa jin juga trmasuk, kerena surat tersebut ditunjukan kepada manusia dan jin. Menurut Penulis, bisa saja objeknya mencakup selain kedua jenis tersebut. Melaikt jibrilyang menerima dari Allah wahyu-wahyu al-Qur’an untuk disampaikan kepada Rasul Saw., termasuk yang diajarnya, karena bagaimana mungkin malaikat itu dapat menyampaikan bahkan mengajarkan firman Allah itu kepad Nabi Muhhammad Saw. Kalau malaikat itu sendiri tidak memperoleh pengajaran Allah SWT, disisilain, tidak disebutkannya objek kedua dari kata tersebut, mengisyaratkan bahwa ia bersifat umum dan mencakup segala sesuatu yang dapatr dijangkau oleh pengajaran-Nya.[5]
- Al-Qur’an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. Dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa yang membacanya, dan menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad saw.
- Dan inilah salah satu dari Rahman, atau kasih sayang dari Allah kepad manusia,yaitu diajarkan kepada manusia itu al-Qur’an
- 3. Tafsir Ayat 3 Surat Ar-Rahman
- خَلَقَ الْإنْسَن (yang Menciptakan Manusia).
- Kata (الْإنْسَنا) pada ayat ini mencakup semua jenis manusia sejak adam hingga akhri zaman.[6]
- Penciptaan manusia pun satu diantara tanda Rahman Tuhan kepada alam ini. Sebab dantara bagitu banyak makluk Ilahi didalam alam, mausia satu-satunya makhluk paling mulia. Kemuliaan itu lah salah satu bentuk rahmat ilahi :
- dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.[7]
- 4. Tafsir ar-Rahman ayat 4.
- عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (mengajarnya berbicara), Al-Hasam mengatakan, “yang dimaksud dengan dengan al-bayan ialah pengujaran, yaitu membaca al-Qur’an. Pembacaan itu dengan memudahkan pengujaran kepada hamba-hambaNya dan memudahkan dalam mengartikulasikan huruf-huruf dari daerah-daerah artikulator, yaitu tenggorakan, lidah, dan bibir sesuai dengan keragaman artikulasi dan jenis huruf.[8]
- Sedangkan dalam Tafsir al-Misbah kata al-bayar pada mulanya berarti jelas. Kata tersebut di sini dipahami oleh Thabathaba’i dalam arti “potensi mengungkap” yakni kalam/ucapan yang dengannya dapat terungkap apa yang terdapat dalam benak. Lebih lanjut ulama ini menyatkan bahwa kalam bukan skedar mewujudkan suara dengan menggunakan rongga dada, tali suara dan kerongkongan. Bukan juga hanya dalam keanekaragaman suara yang keluar dari kerongkongan karena perbedaan makharij al-hrurf dari mulut, tetapi juga bahwa Allah yang maha Esa menjadikan manusia dengan mengilhaminya mampu memahami makna suara yang keluar itu, yang dengannya dia dapat menghadirkan sesuatu dari alam nyata ini, berapapun besar atau kecilnya yang wujud yang berkaitan dengan masa laumpau atau datang, dan menghadirkan dalam benaknya hal-hal yang abstrak yang dapat dijangkau oleh manusia dengan pikirannya walau tidak dijangkau dengan indra.[9]
- E. Keterkaitan dengan Kependidikan
- Kandungan Hukum dalam Surat ar-Rahman ayat 1-4 , dari ayat pertam ( الرحمن) ar-Rahman, yang memiliki arti pengasih kepada makhluknya tanpa keterkecuali baik kepada yang beriman maupun yang mengingkarinya, disini jika dikaitkan dengan pendidikan adalah kita sebagai pendidik harus memilik sifat yang pengasih tanpa pengecualian baik kepada yang pintar, pendiam, dan yang nakal. Kita harus menyayanginya tanpa pandang bulu.
- Mengajarkan Qur’an. Ini menunjukan bahwa seorangguru harus terlebih dahulu mempersiapkan Qur’an, dalam konteks ini qur’an diterjemahkan dengan materi pelajaran, sebelum guru berada dihadapan siswa. guru harus terlebih dahulu mempersiapkan dalam artian menguasai, memahami materi yang akan disampaikankepada siswa. sehingga seorang guru dapat maksimal mentransfer ilmunya kepadasiswa.
- Khalaqal InsanMenciptakan Manusia. Menilik tujuan utama dari pendidikan adalah mencetak manusia yang sempurna, yang berpengetahuan, berakhlak dan beradab. tentu tidak ada manusia yang sempurna, namun berusaha menjadi manusia yang sempuranaadalah suatu kewajiban. Seorang guru apapun materi yang ia ajarkan hendaknyamengarahkan siswanya menjadi manusia yang berpengetahuan, beradab dan bermartabat yang berujung kepada ketaqwaan kepada Yang Maha Esa. bukan hanyamengarahkan pada aspek prestasi saja.
- Allamahul Bayan Mengajarkan Dengan Jelas. Ayat ini kaitannya dengan proses pendidikan adalah seorang guru apapun pelajaran yang disampaikan, sampaikanlah dengan sejelas-jelasnya, sampai pada tahap seorang siswa benar-benar faham. jangan sampai seorang siswa belum betul-betul faham pada materi yang diajarkan sudah pindah kemateriyang lain. banyak kasus di negeri ini, demi mengejar target pencapaiankurikulum,prinsip memberi kefahaman diabaikan, efeknya kita tahu semua.
- Penutup kata
- Setelah kita mempelajari Surat Ar-Rahman Ayat 1-4 kita dapat mengambil beberapa pelajaran yang terdapat dalam surat itu, dimana Allah itu Sebagai pendidik pertama dimuka bumi dan alam semesta ini.
- Dalam surat ar-Rahman ayat 1 sampe 4 kita diajarkan menjadi sebagai seorang pendidik yang sebenarnya, yang harus memilik sifat rahman kasih syang, dan sebagai seorang pendidik kita harus mengajarkan apaun dengan sejelas-jelasnya, seperti ayat ke 4 dalam surat ar-Raham yang berbunyi عَلَّمَهُ الْبَيَانَ.
Isnin, 11 Disember 2017
ISI KANDUGAN PENTING DALAM SURAH AR-RAHMAN
- TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
- JILIK -6 SURAH AR-RAHMAN
- ISI KANDUGAN PENTING DALAM SURAH AR-RAHMAN;
- Surah Ar-Rahman ;Akar kata Ar Rahmaan
- Ar Rahmaan apabila di bagi dalam tulisan Arab menajadi Alif Lam Ra Ha Mim Nun, Ke enam huruf Hijaiyyah ini apabila kita teliti dalam Al Qur'an merupakan Ismun Jami', yaitu Alif Lam Ra, Ha Mim dan Nun
- Ar Rahmaan di dalam Al Qur'an terdapat sebanyak 57 kali dan menjadi nama surat dalam Al Qur'an yang ke 55.Al Fatihah 1 : 1Al Fatihah 1 : 3Al Baqoroh 2 : 163Al Isra 17 : 110Ar Rahmaan : 1Ar Rad 13 :30Maryam 19 : 18Maryam 19 : 26Maryam 19 : 44Maryam 19 : 45Maryam 19 : 58Maryam 19 : 61Maryam 19 : 69Maryam 19 : 75Maryam 19 : 78Maryam 19 : 85Maryam 19 : 87Maryam 19 : 88Maryam 19 : 91Maryam 19 : 92Maryam 19 : 93Maryam 19 : 96Thahaa 20 : 5Thahaa 20 : 90Thahaa 20 : 108Thahaa 20 : 109Al Anbiya 21 : 26Al Anbiya 21 : 36Al Anbiya 21 : 42Al anbiya 21 : 112Al Furqaan 25 : 26Al Furqaan 25 : 59Al Furqaan 25 : 60Al Furqaan 25 : 63Asy Syu’araa 26 : 5An Naml 27 : 30Yasiin 36 : 11Yasiin 36 : 15Yasiin 36 : 23Yasiin 36 : 52Fushshilat 42 : 2Az Zukhruf 43 : 17Az Zukhruf 43 : 19Az Zukhruf 43 : 20Az Zukhruf 43 : 33Az Zukhruf 43 : 36AzZukhruf 43 : 45Az Zukhruf 43 : 81Qaaf 50 : 33Ar Rahmaan 55 : 1Al Hasyr 59 : 22Al Mulk 67 : 3Al Mulk 67 : 19Al Mulk 67 : 20Al Mulk 67: 29An Naba’ 78 : 37An Naba’ 78 : 38
- Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
- isi kandugan;Allah mengajar manusia pandai berbicara Pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah ,Seluruh alam merupakan nikmat Allah terhadap umat manusia,Manusia diciptakan dari tanah sedangkan jin dari api;Hukum-hukum'Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.Lain-lain;Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah s.w.t.Banyak dari umat manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan,Peristiwa tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal-hal itu benar-benar terjadi seperti tentang Terusan Suez dan Terusan Panama.
- Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah swt. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali ;
- Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allahyang diberikan untuk manusia.
- Dalam asma Ar Rahmaan ada 4 hal yang menjadi indikator bahwa sesuatu dapat digolongkan menteladani Ar Rahmaan atau tidak yaitu :
- Ilmu
- Akal
- Iman
- Islam
- Dalam pemaknaan Ar Rahmaan adalah sebuah nama/asma kepada Dzat yang memiliki nikmat panjang atau nikmat besar. Sementara nikmat besar atau nikmat pajang adalah siapa saja yang diterapan ilmu dan akal dipergunakan untuk mengamalkan iman dan islam maka termasuk nikmat panjang atau nikmat besar langgeng/ abadi dari dunia hingga akhirat Dengan menggunakan 4 unsur di atas diketahui pula bahwa Ar Rahiim adalah sebuah nama/asma kepada Dzat yang memiliki nikmat pendek atau nikmat kecil yang hanya sebatas kehidupan di dunia saja. Ciri nikmat kecil atau nikmat pendek adalah siapa saja yang diterapan ilmu dan akal akan tetapi ilmu dan akalnya tidak dipergunakan untuk mengamalkan iman dan islam, jadi kesenangannya hanya sebatas di dunia saja.
- Dengan pemaknaan Ar Rahmaan dan Ar Rahiim seperti di atas maka sangat jelaslah kontras mana-mana yang mendapatkan nikmat panjang/ besar dan mana-mana yang mendapatkan nikmat kecil. Oleh karena itu dalam Bismillaahir rohmaanir rohiim benar bila dikatakan merupakan inti dari Al-Quran, sebab seharusnya hanya dengan Bismillaahir rohmaanir rohiim dapat menjelaskan secara global dan jelas dari kehidupan dunia hingga akhirat.
- Ar Rahman ini memegang peranan yang sangat besar dalam usaha manusia mencapai ma'rifat yang sebenarnya kepada Allah SWT, oleh karenanya disarankan seorang muslim yang ingin menyempurnakan iman dan islamnya sebaiknya memahami dengan mendalami serta mengamalkan apa-apa yang dimaksud dalam Asma'ul Husna ini. Bahwa Ar Rahmaan ini berbeda apabila di bandingkan Ar Rahiim adalah :
- QS Ar Rahmaan : 1 dan 2 ; Ar Rahmaan; yang mengajarkan (yang mengilmukan) Al Qur'an. Dari arti di atas sangatlah jelas bahwa Ar Rahmaan yang mengilmukan atau mengajarkan Al Qur'an sementara kita mengetahui bahwa Al Qur'an meliputi seluruh aspek dari dunia hingga akhirat jadi dapat disimpulkan bahwa Ar Rahmaan itu adalah pemilik nikmat besar dan panjang dari dunia hingga akhirat. Sangat jelas disini tidak di sebutkan Ar Rahiim karena Ar Rohiim adalah Dzat Allah yang mutlak memiliki nikmat pendek hanya sebatas di dunia saja. Oleh karena itu dalam menerangkan akherat atau keabadian serta tentang ibadah yang dipergunakan adalah asma Ar Rahmaan bukannya Ar Rahiim. Al qur'an penuh muzizat dalam menerangkan dirinya sendiri, lalu mengapakah kita tidak bisa mengambil hikmah darinya?
- Asma atau nama Ar Rahmaan ini juga ditekankan secara khusus di dalam Al Qur'an surat Al Israa surat ke 17 ayat 110, ditekankan nama Ar Rahmaan adalah termasuk Asma'ul Husna yang disarankan secara khusus untuk diseru, mempergunakannya, mempelajari dan mengamalkannya.
- Asma Ar Rahmaan ini dipergunakan oleh Allah swt dengan dipergunakannya sebagai nama surat di Al Qur'an yang ke 55, sementara Ar Rahiim tidak dipergunakan sebagai nama surat dalam Al Qur'an. Terlihat bahwa ini merupakan suatu ke khususan asma Ar Rahmaan dibandingkan Ar Rahiim. Pasti ada hikmah yang sangat mendalam mengapakah Ar Rahmaan dipergunakan sebagai nama surat sementara Ar Rahiim tidak.
- Ada pembelajaran bahwa pada zaman jahiliyyah orang-orang musyrikpun sudah mengenal nama-nama Tuhan seperti Ar Rohiim dan lain sebagainya, akan tetapi mereka belum mengetahui atau belum pernah mendengar nama Allah swt Ar Rahmaan, sehingga mereka memperolok Rasululloh saw yang mulia pada saat berdoa menggunakan Asma ul Husna Ar Rahmaan, sehingga Allah swt ta'ala, menurunkan wahyu surat Al Isra ayat 110.
- Banyak ayat Al Qur'an yang bila dilihat secara keseluruhan bahwa perintah beribadah, bersujud, berzikir di kaitkan dengan asma Ar Rahmaan, dan sangat jarang dengan asma Ar Rahiim.
- Menurut Al Ghazali dalam Al Maqshad al A'la, Asma Ar Rahmaan tidak dapat dipergunakan kepada manusia karena ke khususannya sementara asma Ar Rahiim dipergunakan untuk manusia. Ada beberapa ulama lama sesudahnya yang berusaha melemahkan pendapat Imam Al Ghazali dengan berbagai alasan yang 'nampak' masuk akal tetapi sebenarnya adalah berdasarkan anggapan-anggapan yang disusupkan oleh orang-orang yang dengki kepada Islam. Pendapat Imam Al Ghazalipun semakna dengan Imam Al Qusyairi.
- Berdasarkan hadits Abu Dawud dan At Tirmidzi, " Aku adalah Ar Rahmaan, aku menciptakan Ar Rahiim.... (bila diresapi semakin terasa akan kekhususan, keglobal-an dan kebesaran serta keistimewaan asma Ar Rahmaan sehingga asma Ar Rahiim adalah hasil dari penciptaan Ar Rahmaan. Berdasarkan hal hadis ini asma Ar Rahmaan lebih dahulu di bandingkan dengan asma Ar Rahiim, sehingga sewajarnya sajalah bila cakupan himah dan makna yang tersembunyinyapun akan berbeda.
- Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rosululloh Saw bersabda, " Allah ta'ala memiliki seratus bagian rahmat. Hanya satu bagian yang dicurahkanNya kepada alam semesta, dibagikanNya kepada seluruh mahlukNya. Rasa kasih sayang (Ar Rahiim) yang ada pada mahlukNya di antara sesama berasal dari bagian itu. Adapun 99 bagian lainnya disimpaNya untuk hari akhirat ketika Dia akan memberikan kepada orang yang beriman"
- Jadi jelaslah rahmat terbesar ada diakherat, sehingga Ar Rahmaan adalah Dzat yang memiliki Mutlak Nikmat panjang atau besar dari dunia hingga di akherat.
- terjemaahan;
- Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
- Yang Maha Pengasih, Yang telah mengajarkan Al-Quran, Yang telah menciptakan manusia, Yang Mengajar orang itu pandai berbicara. (Ayat:1-4)
- Matahari serta bulan berada menurut perhitungan tertentu; bahwa tumbuhan maupun pepohonan tunduk terhadap Dia. (Ayat:5-6)
- Dan Allah yang telah meninggikan langit serta telah Dia adakan Keseimbangan supaya kalian tidak melanggar Keseimbangan itu; maka tetapkan pengukuran secara adil; serta janganlah dirimu mengurangi Keseimbangan itu. Dan Dialah yang telah menghamparkan bumi untuk golongan makhluk; disana terdapat buah-buah serta pepohonan kurma yang mempunyai kelopak mayang, serta biji-biji yang berkulit, serta bunga-bunga yang harum semerbak; maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah? (Ayat:7-13)
- Dialah yang menciptakan manusia berbahan tanah kering seperti tembikar, serta Dialah yang menciptakan jin berbahan nyala api; manakah karunia Tuhan yang kalian berdua dustakan?
- Tuhannya Timur maupun Tuhannya Barat, manakah karunia Tuhan yang kalian berdua dustakan? (Ayat:14-18)
- Dialah yang menjadikan dua lautan mengalir hingga keduanya bertemu, antara keduanya terdapat batas yang tidak masing-masing lampaui. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Dari keduanya dihasilkan mutiara serta marjan. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Dan MilikNyalah bahtera-bahtera yang berlayar di lautan, laksana gunung-gunung. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah? (Ayat:19-25)
- Tiap-tiap hal yang ada disana akan lenyap, tetapi untuk selamanya, Wajah Tuhanmu Yang Maha Menakjubkan, Maha Agung. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah? (Ayat:26-28)
- Hal-hal yang berada di langit maupun di bumi bergantung pada Dia, setiap hari Dia senantiasa Memelihara. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah? (Ayat:29-30)
- Kami akan sepenuhnya memperhatikan diri kalian, serta keadaan kalian. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Wahai kalangan jin serta manusia, sekiranya kalian sanggup melampaui penjuru-penjuru langit maupun bumi, maka hendaklah kalian lampaui; tidaklah kalian sanggup melampauinya melainkan dengan kekuatan. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Kepada kalian ditimpakan nyala api serta udara pekat sehingga kalian takkan sanggup menyelamatkan diri. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Tatkala langit terbelah serta menjadi serupa warna merah yang menyala. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Pada Hari itu, manusia serta jin tidak ditanya tentang dosanya. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Golongan yang berdosa telah dikenali dengan ciri-ciri mereka, kemudian dipegang ubun-ubun serta kaki-kaki mereka. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Inilah Jahanam yang dibantah oleh orang-orang berdosa, orang-orang itu berada di tengah-tengah tempat itu serta dalam air mendidih yang menghanguskan. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Sedangkan untuk golongan yang gentar, telah disediakan di hadapan Tuhan mereka; dua Surga. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Keduanya mempunyai bermacam-macam jenis tumbuhan. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Dalam kedua tempat itu terdapat dua mata air yang mengalir. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Dalam kedua tempat itu terdapat segala macam buah yang berpasangan. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Orang-orang tersebut bersandar di permadani yang mengandung sejenis sutera; serta terdapat buah-buahan kedua Surga itu yang berada dekat. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Dalam tempat-tempat itu terdapat para sosok yang santun seraya menundukkan pandangan; yang tiada pernah disentuh oleh manusia, tidak pula oleh jin. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Seolah-olah permata serta marjan. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Adakah upah untuk kebaikan selain kebaikan? maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Dan selain kedua tempat itu terdapat dua Surga lagi. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Hal yang berwarna hijau tua. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Di dalam kedua tempat itu terdapat dua mata air yang memancar. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Dalam kedua tempat itu terdapat buah-buah, serta kurma juga delima. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Dalam kedua tempat itu terdapat berbagai sosok yang berkenan, serta rupawan. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Berbagai sosok yang terlindungi, dalam tempat-tempat yang indah. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Serta tiada pernah disentuh oleh manusia, tidak pula oleh jin. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah?
- Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau; serta permadani-permadani yang indah. Maka manakah Karunia Tuhan yang kalian berdua bantah? (Ayat:31-77)
- Diberkatilah Nama Tuhanmu Yang Menguasai Keagungan serta Kemuliaan. (Ayat:78)
-
Ahad, 10 Disember 2017
AYAT 71-83
- Tafsir Yasin Ayat 71-83
- Ayat 71-76: Menjelaskan keberhakan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk diibadahi tidak selain-Nya pada apa yang manusia saksikan dan rasakan dari nikmat-nikmat Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
- أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ (٧١) وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ (٧٢)وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلا يَشْكُرُونَ (٧٣) وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ (٧٤)لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ (٧٥)فَلا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (٧٦)
- Terjemah Surat Yasin Ayat 71-76
- 71. [1]Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak[2] untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami[3], lalu mereka menguasainya?
- 72. Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.
- 73. Dan mereka memperoleh berbagai manfaat[4] dan minuman darinya[5]. Maka mengapa mereka tidak bersyukur[6]?
- 74. [7]Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan[8].
- 75. Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka[9]; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu[10].
- 76. Maka jangan sampai ucapan mereka[11] membuat engkau (Muhammad) bersedih hati[12]. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan[13].
- Ayat 77-83: Menetapkan kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, bantahan terhadap orang-orang yang mengingkari kebangkitan, permisalan terhadap kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam menciptakan api dan cepatnya berlaku kehendak Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam mewujudkan segala sesuatu.
- أَوَلَمْ يَرَ الإنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ (٧٧)وَضَرَبَ لَنَا مَثَلا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ (٧٨) قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ (٧٩) الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الأخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ (٨٠) أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ الْخَلاقُ الْعَلِيمُ (٨١) إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (٨٢) فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (٨٣
- Terjemah Surat Yasin Ayat 77-83
- 77. [14] [15]Dan tidakkah manusia[16] memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani[17], ternyata dia menjadi musuh yang nyata[18]!
- 78. Dan dia membuat perumpamaan bagi kami[19]; dan melupakan asal kejadiannya[20]; dia berkata, "Siapakah[21] yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?"
- 79. [22]Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkannya ialah Allah yang menciptakannya pertama kali[23]. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk[24],
- 80. yaitu Allah yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu[25].”
- 81. Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi[26], mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar[27], dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui[28].
- 82. [29]Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
- 83. Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu[30] dan kepada-Nya kamu dikembalikan.
- [1] Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk memperhatikan makhluk yang Allah tundukkan untuk mereka seperti halnya hewan ternak, Dia menjadikan mereka memilikinya, selalu taat memenuhi apa yang mereka inginkan, Dia juga menjadikan di dalamnya berbagai manfaat yang banyak untuk mereka seperti dapat membawa mereka, membawa beban berat milik mereka serta perlengkapan mereka dari tempat yang satu ke tempat yang lain, dan mereka juga dapat memakannya, dapat memanfaatkan kulitnya untuk menghangatkan badan, demikian pula memanfaatkan kulitnya dan bulunya sebagai perlengkapan rumah tangga atau sebagai kesenangan sampai waktu yang ditentukan, dan manfaat lainnya yang diperoleh dari hewan tersebut.
- [2] Yaitu unta, sapi dan kambing.
- [3] Yakni Kami menciptakannya sendiri tanpa ada yang membantu.
- [4] Seperti bulunya, kulitnya dan rambutnya.
- [5] Seperti susunya.
- [6] Kepada yang memberikan nikmat itu, yaitu Allah Subhaanahu wa Ta'aala dengan beriman dan beribadah hanya kepada-Nya dan tidak hanya bersenang-senang saja tanpa mengambil pelajaran daripadanya.
- [7] Ayat ini menerangkan batilnya sesembahan-sesembahan kaum musyrik yang dijadikan mereka sebagai sekutu bagi Allah, di mana mereka mengharapkan pertolongan dan syafaatnya, padahal keadaannya sangat lemah.
- [8] Yakni agar mereka dihindarkan dari azab Allah dengan syafaat sesembahan-sesembahan mereka menurut persangkaan mereka.
- [9] Demikian pula mereka tidak dapat menolong diri mereka sendiri. Jika diri mereka saja, tidak sanggup mereka tolong lalu bagaimana menolong orang lain. Padahal menolong itu ada dua syarat: (1) Kemampuan dan kesanggupan, (2) Kemauan. Jika kemampuan tidak ada, maka menafikan kedua-duanya (kemampuan dan kemauan).
- [10] Bisa juga diartikan, padahal mereka (berhala-berhala) itu dan para penyembahnya adalah orang-orang yang sama-sama disiapkan dimasukkan ke dalam neraka. Di dalam neraka itu antara penyembah dengan sesembahan yang disembahnya akan saling berlepas diri. Oleh karena itu, mengapa mereka tidak berlepas diri sewaktu di dunia dari menyembah sesembahan-sesembahan itu, dan hanya menyembah Allah saja yang di Tangan-Nya segala kekuasaan, dan Dia yang berkuasa memberikan manfaat dan menimpakan madharrat, yang berkuasa memberi dan menahan?
- [11] Yakni ucapan yang isinya mencela Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mencela apa yang Beliau bawa. Misalnya ucapan mereka, bahwa Beliau bukanlah seorang rasul, dsb.
- [12] Maksudnya sibuk dengan kesedihan.
- [13] Yakni oleh karena itu, Kami akan memberinya balasan.
- [14] Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma ia berkata, “Sesungguhnya Al ‘Aash bin Wa’il mengambil tulang dari Bath-ha’, lalu ia meremukkannya dengan tangannya, kemudian berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “Apakah Allah akan menghidupkan benda ini setelah hancur?” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Ya, Allah akan mematikanmu, kemudian membangkitkanmu dan akan memasukkanmu ke neraka Jahanam.” Ibnu Abbas berkata, “(Maka) turunlah beberapa ayat akhir surat Yaasiin.” (Hadits ini diriwayatkan pula oleh Hakim dalam Mustadraknya juz 2 hal. 429 dari jalan ‘Amr bin ‘Aun dari Hasyim dst. Ia berkata, “Shahih sesuai syarat dua syaikh (Bukhari-Muslim), namun keduanya tidak menyebutkannya.”).
- [15] Ayat yang mulia ini di dalamnya menyebutkan syubhat orang-orang yang mengingkari kebangkitan serta jawabannya.
- [16] Yaitu orang yang mengingkari kebangkitan dan meragukannya.
- [17] Lalu Allah merubah keadaannya sedikit demi sedikit sehingga menjadi sosok yang kuat.
- [18] Setelah diciptakan pertama kali dari air mani, maka perhatikanlah perbedaan antara keadaan keduanya, sungguh jauh berbeda. Oleh karena itu, hendaknya ia mengetahui, bahwa yang menciptakannya dari yang sebelumnya tidak ada tentu lebih mampu mengulanginya kembali setelah ia menjadi tulang-belulang.
- [19] Untuk menolak kebangkitan. Padahal tidak patut bagi seorang pun untuk membuat perumpamaan seperti itu, karena di dalamnya menyamakan antara kemampuan Pencipta dengan kemampuan makhluk. Perumpamaan yang dimaksud itu disebutkan dalam lanjutan ayatnya.
- [20] Yaitu dari mani.
- [21] Maksud orang yang ingkar ini adalah tidak ada yang dapat menghidupkannya. Pengingkarannya ini merupakan sikap lalainya dan tidak mengingat kejadiannya pertama kali, kalau sekiranya ia mengerti keadaannya dahulu, di mana ia sebelumnya tidak bisa disebut apa-apa, tentu ia tidak membuat perumpamaan seperti itu.
- [22] Allah Subhaanahu wa Ta'aala menjawab kemustahilan itu dengan jawaban yang memuaskan.
- [23] Dengan membayangkan hal itu, seseorang dapat mengetahui secara yakin bahwa yang menciptakan pertama kali dari yang sebelumnya tidak ada tentu mampu mengulangi kembali, maka hal itu lebih mudah bagi-Nya.
- [24] Baik secara jumlah (garis besar) maupun tafsil (rinci), baik sebelum diciptakan maupun setelah diciptakan. Ini merupakan dalil kedua yang menunjukkan bahwa Dia mampu menciptakan kembali berdasarkan sifat Allah Subhaanahu wa Ta'aala, yaitu bahwa pengetahuan-Nya meliputi semua makhluk-Nya, Dia mengetahui bagian bumi yang dipenuhi jasad orang-orang yang mati, dan bagian bumi yang masih tersisa, Dia mengetahui yang gaib dan yang tampak. Jika Seorang hamba mengakui pengetahuan yang besar ini, maka dia akan mengetahui bahwa pembangkitan manusia yang telah mati meskipun jasadnya telah terpisah-pisah dan hilang entah ke mana, namun hal itu tetap mudah bagi Allah yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Pada ayat selanjutnya disebutkan dalil ketiga.
- [25] Jika Allah mengeluarkan api yang kering dari tumbuhan hijau yang keadaannya basah, padahal keadaannya berlawanan, maka mengeluarkan orang-orang yang mati dari kuburnya juga sama seperti itu. Ini juga sama menunjukkan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala berkuasa membangkitkan. Pada ayat selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan dalil keempat.
- [26] Dengan keadaan keduanya yang besar dan luas.
- [27] Dia mampu menciptakan kembali, karena penciptaan langit dan bumi lebih besar dari penciptaan manusia.
- [28] Ini adalah dalil kelima, Dia Maha Pencipta, di mana semua makhluk besar maupun kecil yang terdahulu maupun yang datang kemudian merupakan atsar (bekas) dari ciptaan dan kemampuan-Nya, dan bahwa tidak sulit bagi-Nya menciptakan makhluk jika Dia menghendaki sebagaimana yang diterangkan dalam ayat ayat selanjutnya.
- [29] Ayat ini termasuk dalil mudahnya bagi Allah Subhaanahu wa Ta'aala menciptakan kembali manusia yang telah mati.
- [30] Ini adalah dalil keenam, yaitu bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala adalah Raja, Dia memiliki segala sesuatu, di mana semua makhluk yang tinggal di alam semesta baik di alam bagian atas maupun alam bagian bawah adalah milik-Nya, hamba-Nya yang ditundukkan oleh-Nya serta diatur-Nya dengan hukum qadari-Nya, hukum syar’i-Nya dan hukum jaza’i(pembalasan)-Nya. Oleh karena itu, penciptaan-Nya kembali orang-orang yang telah mati untuk diberlakukan hukum jaza’i-Nya termasuk kesempurnaan kekuasaan-Nya. Oleh karenanya di akhir ayat Dia berfirman, “Dan kepada-Nya kamu dikembalikan.” Maka Mahasuci Allah yang menjadikan dalam firman-Nya petunjuk, penawar dan cahaya.
- Selesa tafsir surah Yasin dengan pertolongan Alah dan taufiq-Nya, maka segala puji bagi Allah di awal dan akhir, dan semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi kita Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatnya.
AYAT 60-70
TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
JILIK-5- SURAH YASIN AYAT 60-70
Ayat 60-70: Penjelasan tentang permusuhan setan, kehinaan yang akan diperoleh orang-orang kafir pada saat mereka dihisab, dan penafian keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai penyair.
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (٦٠)وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (٦١) وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (٦٢) هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (٦٣) اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ (٦٤) الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦٥) وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ (٦٦) وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلا يَرْجِعُونَ (٦٧) وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ (٦٨) وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (٦٩) لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ (٧٠)
60. Bukankah Aku telah memerintahkan kamu[1] wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan[2]? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu[3],61. dan hendaklah kamu menyembah-Ku[4]. Inilah jalan yang lurus[5],”
62. Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti[6]?63. [7]Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu[8].64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.65. [9]Pada hari ini Kami tutup mulut mereka[10]; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan[11].66. Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan[12]. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?.67. Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka[13] di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi[14] dan juga tidak sanggup kembali[15].68. Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya)[16]. Maka mengapa mereka tidak mengerti[17]?
69. [18]Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya[19]. Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan[20] dan kitab yang jelas[21],70. Agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya)[22] dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir[23].
60. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,Bukankah Aku telah memerintahkan melalui janji di zaman Azali dalam Perjanjian Fitrah, agar kalian tidak menyembah Syetan, yaitu menyembah kegelapan hijab keragaman, dan mengikuti ajakan imajinasi.
Syetan adalah instrument Iblis, karena menurut Syeikh Abdul Karim Al-Jiily, syetan lahir dari perzinahan Iblis dengan hawa nafsu di pasar duniawi, lalu lahirlah ruibuan syetan yang menjadi alat hijab itu.
61. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Ini lah jalan yang lurus.
Jalan yang lurus adalah Jalan Penyatuan Musyahadah dalam kefanaan hamba menuju Baqa’Nya. Itulah puncak maqom Tauhid.
62. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak berakal sehat?
Penyesatan syetan dari satu generasi ke generasi, adalah usahanya terus menerus agar manusia masuk dalam hijab kegelapannya, dan jauh dari Nur Tauhid itu sendiri, sehingga ia tidak menyadari akan Perjanjian Fitrahnya, ketika masih menjadi Ahsanu Taqwim, sebaik-baik makhluk.
Akal sehat adalah wujud matahati yang memandang dengan Nur Ilahi. Bila akal sehat berapresiasi, maka ia mampu menembus tirai-tirai kegelapan. Sebab puncak kegelapan itulah yang disebut dengan Jahanam.
63. lnilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.Masuklah dengan jubah kegelapan syetanmu, yang melemparkan dirimu jauh dari CahayaNya, apalagi penyatuan dalam ma’rifatNya.Disebutkan bahwa setiap orang kafir ada sumur di neraka yang
mereka ada di dalamnya, namun ia tidak tahu dan tidak mengerti, dan itulah gambaran penghijaban gulita yang ada pada diri mereka.
65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.tangan dan kaki akan menampakkan bentuk perilaku mereka
dengan watak dan sifatnya, sehingga tidak satu pun yang terdustakan di sini. Sementara mulut terkunci. Yang berbicara bukan lagi mulutnya tetapi perilakunya, sesuai dengan watak naluri perbuatannya.66. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).67. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.Itu karena mereka tidak memandang dengan mata hati, tetapi mata hijabnya yang justru membutakan matahatinya. Begitu juga mereka berposisi dengan posisi nafsunya, dengan ambisi hijab duniawinya, hijab kesenangannya, hijab keakuannya.68. Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?Maksudnya adalah kejadian utama di seperti di zaman Azali dulu.
[1] Yakni melalui lisan para rasul-Ku.
[2] Yakni menaati setan. Teguran keras ini mencakup teguran keras terhadap semua kekuran dan kemaksiatan, karena sikap demikian disebabkan karena menaati setan dan menyembahnya.Dari Aswad bin Sari’ sesungguhnya Nabi SAW. bersabda, “Empat golongan (yang akan diuji) pada hari kiamat yaitu seseorang yang tuli yang tidak bisa mendengar sesuatu pun, seorang yang bodoh, seorang yang tua [pikun] dan seorang lelaki yang mati dalam waktu fatrah [periode vakum kenabian/sebelum diutusnya Rasul]. Adapun orang yang tuli akan berkata, “Tuhan, sungguh telah datang Islam dan aku tdk bisa mendengar sesuatu pun”. Dan orang yang ideot berkata, “Tuhan, sungguh telah datang Islam, dan anak-anak kecil melempariku dengan kotoran”. Sedangkan orang tua berkata, “Tuhan, sungguh telah datang Islam, sedangkan aku tidak bisa memahami sesuatu”. Adapun orang yang meninggal dalam masa fatrah berkata, “Tuhan, tidak datang kepadaku seorang rasul-MU. Maka Dia (Allah) mengambil perjanjian dari mereka agar mentaati-Nya, lalu Dia mengirim utusan untuk menyuruh mereka agar memasuki neraka. Barangsiapa yang memasukinya maka neraka itu akan menjadi sejuk dan keselamatan baginya.
[3] Oleh karena itu, kamu diperingatkan untuk menjauhinya dan tidak menaatinya.Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “ Demi Yang jiwa Muhammad di tangannya! Tidak seorang pun yang mendengar tentangkuapakah itu Yahudi atau Nasrani kemudian dia mati dalam keadaan belum beriman kepada apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia menjadi penduduk neraka.” (HR:Muslim).
[4] Yakni beribadah hanya kepada-Ku dan menaati-Ku, serta memanfaatkan waktu luangmu untuk beribadah, minimal yang wajib.
[5] Yakni namun kamu tidak menjaga perintah-Ku dan tidak mengamalkan wasiat-Ku, dan kamu malah taat kepada setan, sehingga dia menyesatkan sebagian besar di antara kamu.
[6] Yakni tidakkah kamu berpikir, sehingga memilih taat kepada Tuhanmu dan tidak mengikuti setan. Seandainya kamu memiliki akal yang sehat, tentu kamu tidak akan mengikuti setan, karena akibatnya membuat kamu masuk ke dalam neraka.
[7] Dikatakan kepada mereka di akhirat.
[8] Yakni yang kamu malah mendustakannya, maka sekarang lihatlah dengan mata kepalamu. Ketika itu hati mereka pun gelisah, penuh rasa takut dan pandangannya terpana. Kemudian ditambah lagi dengan diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka. dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan seperti riwayat ini tetapi diakhirnya disebutkan “Barangsiapa yang memasukinya maka neraka itu akan menjadi sejuk dan keselamatan baginya dan barangsiapa yang tidak memasukinya dia akan ditarik ke dalamnya. (HR. Ahmad dan Baihaqi).
[9] Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menerangkan keadaan mereka di tempat yang penuh kesengsaraan itu.
[10] Dengan menjadikan mereka bisu tidak bisa bicara, sehingga mereka tidak sanggup mengingkari apa yang telah mereka kerjakan berupa kekafiran dan sikap mendustakan.
[11] Anggota badan mereka akan memberikan kesaksian terhadap apa yang mereka kerjakan dan akan dijadikannya dapat berbicara oleh Allah yang mampu menjadikan segala sesuatu dapat berbicara.
[12] Mencari keselamatan atau mencari jalan ke surga.
[13] Menurut Ibnu Abbas, “(Yakni) Kami binasakan mereka.” Menurut As Suddiy, “Yakni Kami ubah bentuk mereka.” Menurut Abu Shalih, “Kami jadikan mereka batu.” Sedangkan menurut Al Hasan Al Bashri dan Qatadah, “Tentu Aku jadikan mereka duduk di atas kakinya.”Menurut Syaikh As Sa’diy, “Kami hilangkan gerakan mereka.”
[14] Ke depan.
[15] Ke belakang. Maksud ayat ini adalah, bahwa orang-orang kafir telah mendapatkan ketetapan azab, dan mereka harus disiksa. Di hadapan mereka ada neraka, di mana ia (neraka) telah ditunjukkan kepada orang-orang kafir, dan seseorang tidak ada yang dapat selamat kecuali dengan melintasi jembatan yang dibentangkan di atas neraka, sedangkan yang dapat melintasinya hanyalah orang-orang mukmin, di mana mereka berjalan dengan cahaya mereka. Adapun mereka (orang-orang kafir), tidak memiliki jaminan selamat dari neraka di sisi Allah. Jika Allah menghendaki, Dia menghapuskan penglihatan mereka dan membiarkan gerakan mereka sehingga mereka hanya dapat berjalan tetapi tidak tahu jalan, dan jika Dia menghendaki, maka Dia hilangkan juga gerakan mereka, sehingga mereka tidak dapat maju dan tidak dapat mundur. Dengan demikian, mereka tidak bisa melintasi jembatan dan tidak akan selamat. Wal ‘iyaadz billah.[16] Maksudnya, kembali menjadi lemah dan kurang akal.[17] Bahwa yang berkuasa seperti itu berkuasa pula membangkitkan yang telah mati, sehingga mereka pun mau beriman. Atau maksudnya, maka mengapa mereka tidak mengerti bahwa manusia memiliki kekurangan dari berbagai sisi, oleh karena itu seharusnya mereka gunakan kekuatan dan akal mereka untuk ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
[18] Allah Subhaanahu wa Ta'aala membersihkan Nabi-Nya Muhamma shallallahu 'alaihi wa sallam dari tuduhan yang disampaikan orang-orang kafir, yaitu bahwa Beliau adalah penyair dan bahwa yang Beliau bawa adalah syair.
[19] Maksudnya tidak mungkin Beliau penyair karena Beliau adalah seorang yang cerdas dan memperoleh petunjuk, sedangkan para penyair rata-rata orang yang sesat dan diikuti oleh orang-orang yang sesat, dan karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah menyingkirkan semua syubhat yang dipakai orang-orang yang tersesat untuk mengingkari kerasulan Beliau, Beliau seorang yang tidak mampu baca-tulis sehingga apa yang Beliau bawa adalah betul-betul wahyu dari Allah ‘Azza wa Jalla. Allah juga memberitahukan bahwa Dia tidak mengajarkan syair kepadanya, dan hal itu tidak pantas baginya. Atau bisa juga maksudnya, tidak mudah baginya membuat syair, yakni Beliau tidak mampu membuatnya, sehingga apa yang Beliau bawa bukanlah syair.
[20] Yakni peringatan untuk mengingatkan orang-orang yang berakal terhadap semua tuntutan agama, Al Qur’an mengandung semua tuntutan itu, serta mengingatkan akal apa yang Allah tanamkan dalam fitrahnya berupa perintah mengerjakan semua yang baik dan melarang semua yang buruk.
[21] Menjelaskan hukum-hukum dan hal lain yang dibutuhkan. Tidak disebutkan ma’mul (objeknya) untuk menerangkan bahwa Al Qur’an menerangkan semua yang hak dengan dalil-dalilnya yang tafshil (rinci) maupun ijmal (garis besar), demikian pula menerangkan yang batil dan dalil-dalil kebatilannya.
[22] Yakni yang hidup hatinya. Oleh karena itu, dengan siraman Al Qur’an, hatinya akan tumbuh, ilmu dan amalnya akan bertambah olehnya, dan Al Qur’an bagi hati orang mukmin ibarat air hujan yang disiramkan kepada tanah yang baik.[23] Karena hujjah Allah telah tegak kepada mereka, dan alasan mereka telah terputus, sehingga tidak ada sedikit pun uzur dan syubhat yang dapat diterima dari mereka. Dan orang-orang yang kafir itu seperti orang-orang yang mati dan tanah keras yang tidak menumbuhkan tanaman, sehingga pembacaan Al Qur’an tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak membuat hatinya tumbuh sebagaimana tumbuhnya tanah yang baik.
JILIK-5- SURAH YASIN AYAT 60-70
Ayat 60-70: Penjelasan tentang permusuhan setan, kehinaan yang akan diperoleh orang-orang kafir pada saat mereka dihisab, dan penafian keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai penyair.
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (٦٠)وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (٦١) وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (٦٢) هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (٦٣) اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ (٦٤) الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦٥) وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ (٦٦) وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلا يَرْجِعُونَ (٦٧) وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ (٦٨) وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (٦٩) لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ (٧٠)
60. Bukankah Aku telah memerintahkan kamu[1] wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan[2]? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu[3],61. dan hendaklah kamu menyembah-Ku[4]. Inilah jalan yang lurus[5],”
62. Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti[6]?63. [7]Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu[8].64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.65. [9]Pada hari ini Kami tutup mulut mereka[10]; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan[11].66. Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan[12]. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?.67. Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka[13] di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi[14] dan juga tidak sanggup kembali[15].68. Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya)[16]. Maka mengapa mereka tidak mengerti[17]?
69. [18]Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya[19]. Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan[20] dan kitab yang jelas[21],70. Agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya)[22] dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir[23].
60. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,Bukankah Aku telah memerintahkan melalui janji di zaman Azali dalam Perjanjian Fitrah, agar kalian tidak menyembah Syetan, yaitu menyembah kegelapan hijab keragaman, dan mengikuti ajakan imajinasi.
Syetan adalah instrument Iblis, karena menurut Syeikh Abdul Karim Al-Jiily, syetan lahir dari perzinahan Iblis dengan hawa nafsu di pasar duniawi, lalu lahirlah ruibuan syetan yang menjadi alat hijab itu.
61. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Ini lah jalan yang lurus.
Jalan yang lurus adalah Jalan Penyatuan Musyahadah dalam kefanaan hamba menuju Baqa’Nya. Itulah puncak maqom Tauhid.
62. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak berakal sehat?
Penyesatan syetan dari satu generasi ke generasi, adalah usahanya terus menerus agar manusia masuk dalam hijab kegelapannya, dan jauh dari Nur Tauhid itu sendiri, sehingga ia tidak menyadari akan Perjanjian Fitrahnya, ketika masih menjadi Ahsanu Taqwim, sebaik-baik makhluk.
Akal sehat adalah wujud matahati yang memandang dengan Nur Ilahi. Bila akal sehat berapresiasi, maka ia mampu menembus tirai-tirai kegelapan. Sebab puncak kegelapan itulah yang disebut dengan Jahanam.
63. lnilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.Masuklah dengan jubah kegelapan syetanmu, yang melemparkan dirimu jauh dari CahayaNya, apalagi penyatuan dalam ma’rifatNya.Disebutkan bahwa setiap orang kafir ada sumur di neraka yang
mereka ada di dalamnya, namun ia tidak tahu dan tidak mengerti, dan itulah gambaran penghijaban gulita yang ada pada diri mereka.
65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.tangan dan kaki akan menampakkan bentuk perilaku mereka
dengan watak dan sifatnya, sehingga tidak satu pun yang terdustakan di sini. Sementara mulut terkunci. Yang berbicara bukan lagi mulutnya tetapi perilakunya, sesuai dengan watak naluri perbuatannya.66. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).67. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.Itu karena mereka tidak memandang dengan mata hati, tetapi mata hijabnya yang justru membutakan matahatinya. Begitu juga mereka berposisi dengan posisi nafsunya, dengan ambisi hijab duniawinya, hijab kesenangannya, hijab keakuannya.68. Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?Maksudnya adalah kejadian utama di seperti di zaman Azali dulu.
[1] Yakni melalui lisan para rasul-Ku.
[2] Yakni menaati setan. Teguran keras ini mencakup teguran keras terhadap semua kekuran dan kemaksiatan, karena sikap demikian disebabkan karena menaati setan dan menyembahnya.Dari Aswad bin Sari’ sesungguhnya Nabi SAW. bersabda, “Empat golongan (yang akan diuji) pada hari kiamat yaitu seseorang yang tuli yang tidak bisa mendengar sesuatu pun, seorang yang bodoh, seorang yang tua [pikun] dan seorang lelaki yang mati dalam waktu fatrah [periode vakum kenabian/sebelum diutusnya Rasul]. Adapun orang yang tuli akan berkata, “Tuhan, sungguh telah datang Islam dan aku tdk bisa mendengar sesuatu pun”. Dan orang yang ideot berkata, “Tuhan, sungguh telah datang Islam, dan anak-anak kecil melempariku dengan kotoran”. Sedangkan orang tua berkata, “Tuhan, sungguh telah datang Islam, sedangkan aku tidak bisa memahami sesuatu”. Adapun orang yang meninggal dalam masa fatrah berkata, “Tuhan, tidak datang kepadaku seorang rasul-MU. Maka Dia (Allah) mengambil perjanjian dari mereka agar mentaati-Nya, lalu Dia mengirim utusan untuk menyuruh mereka agar memasuki neraka. Barangsiapa yang memasukinya maka neraka itu akan menjadi sejuk dan keselamatan baginya.
[3] Oleh karena itu, kamu diperingatkan untuk menjauhinya dan tidak menaatinya.Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “ Demi Yang jiwa Muhammad di tangannya! Tidak seorang pun yang mendengar tentangku
[4] Yakni beribadah hanya kepada-Ku dan menaati-Ku, serta memanfaatkan waktu luangmu untuk beribadah, minimal yang wajib.
[5] Yakni namun kamu tidak menjaga perintah-Ku dan tidak mengamalkan wasiat-Ku, dan kamu malah taat kepada setan, sehingga dia menyesatkan sebagian besar di antara kamu.
[6] Yakni tidakkah kamu berpikir, sehingga memilih taat kepada Tuhanmu dan tidak mengikuti setan. Seandainya kamu memiliki akal yang sehat, tentu kamu tidak akan mengikuti setan, karena akibatnya membuat kamu masuk ke dalam neraka.
[7] Dikatakan kepada mereka di akhirat.
[8] Yakni yang kamu malah mendustakannya, maka sekarang lihatlah dengan mata kepalamu. Ketika itu hati mereka pun gelisah, penuh rasa takut dan pandangannya terpana. Kemudian ditambah lagi dengan diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka. dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan seperti riwayat ini tetapi diakhirnya disebutkan “Barangsiapa yang memasukinya maka neraka itu akan menjadi sejuk dan keselamatan baginya dan barangsiapa yang tidak memasukinya dia akan ditarik ke dalamnya. (HR. Ahmad dan Baihaqi).
[9] Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menerangkan keadaan mereka di tempat yang penuh kesengsaraan itu.
[10] Dengan menjadikan mereka bisu tidak bisa bicara, sehingga mereka tidak sanggup mengingkari apa yang telah mereka kerjakan berupa kekafiran dan sikap mendustakan.
[11] Anggota badan mereka akan memberikan kesaksian terhadap apa yang mereka kerjakan dan akan dijadikannya dapat berbicara oleh Allah yang mampu menjadikan segala sesuatu dapat berbicara.
[12] Mencari keselamatan atau mencari jalan ke surga.
[13] Menurut Ibnu Abbas, “(Yakni) Kami binasakan mereka.” Menurut As Suddiy, “Yakni Kami ubah bentuk mereka.” Menurut Abu Shalih, “Kami jadikan mereka batu.” Sedangkan menurut Al Hasan Al Bashri dan Qatadah, “Tentu Aku jadikan mereka duduk di atas kakinya.”Menurut Syaikh As Sa’diy, “Kami hilangkan gerakan mereka.”
[14] Ke depan.
[15] Ke belakang. Maksud ayat ini adalah, bahwa orang-orang kafir telah mendapatkan ketetapan azab, dan mereka harus disiksa. Di hadapan mereka ada neraka, di mana ia (neraka) telah ditunjukkan kepada orang-orang kafir, dan seseorang tidak ada yang dapat selamat kecuali dengan melintasi jembatan yang dibentangkan di atas neraka, sedangkan yang dapat melintasinya hanyalah orang-orang mukmin, di mana mereka berjalan dengan cahaya mereka. Adapun mereka (orang-orang kafir), tidak memiliki jaminan selamat dari neraka di sisi Allah. Jika Allah menghendaki, Dia menghapuskan penglihatan mereka dan membiarkan gerakan mereka sehingga mereka hanya dapat berjalan tetapi tidak tahu jalan, dan jika Dia menghendaki, maka Dia hilangkan juga gerakan mereka, sehingga mereka tidak dapat maju dan tidak dapat mundur. Dengan demikian, mereka tidak bisa melintasi jembatan dan tidak akan selamat. Wal ‘iyaadz billah.[16] Maksudnya, kembali menjadi lemah dan kurang akal.[17] Bahwa yang berkuasa seperti itu berkuasa pula membangkitkan yang telah mati, sehingga mereka pun mau beriman. Atau maksudnya, maka mengapa mereka tidak mengerti bahwa manusia memiliki kekurangan dari berbagai sisi, oleh karena itu seharusnya mereka gunakan kekuatan dan akal mereka untuk ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
[18] Allah Subhaanahu wa Ta'aala membersihkan Nabi-Nya Muhamma shallallahu 'alaihi wa sallam dari tuduhan yang disampaikan orang-orang kafir, yaitu bahwa Beliau adalah penyair dan bahwa yang Beliau bawa adalah syair.
[19] Maksudnya tidak mungkin Beliau penyair karena Beliau adalah seorang yang cerdas dan memperoleh petunjuk, sedangkan para penyair rata-rata orang yang sesat dan diikuti oleh orang-orang yang sesat, dan karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah menyingkirkan semua syubhat yang dipakai orang-orang yang tersesat untuk mengingkari kerasulan Beliau, Beliau seorang yang tidak mampu baca-tulis sehingga apa yang Beliau bawa adalah betul-betul wahyu dari Allah ‘Azza wa Jalla. Allah juga memberitahukan bahwa Dia tidak mengajarkan syair kepadanya, dan hal itu tidak pantas baginya. Atau bisa juga maksudnya, tidak mudah baginya membuat syair, yakni Beliau tidak mampu membuatnya, sehingga apa yang Beliau bawa bukanlah syair.
[20] Yakni peringatan untuk mengingatkan orang-orang yang berakal terhadap semua tuntutan agama, Al Qur’an mengandung semua tuntutan itu, serta mengingatkan akal apa yang Allah tanamkan dalam fitrahnya berupa perintah mengerjakan semua yang baik dan melarang semua yang buruk.
[21] Menjelaskan hukum-hukum dan hal lain yang dibutuhkan. Tidak disebutkan ma’mul (objeknya) untuk menerangkan bahwa Al Qur’an menerangkan semua yang hak dengan dalil-dalilnya yang tafshil (rinci) maupun ijmal (garis besar), demikian pula menerangkan yang batil dan dalil-dalil kebatilannya.
[22] Yakni yang hidup hatinya. Oleh karena itu, dengan siraman Al Qur’an, hatinya akan tumbuh, ilmu dan amalnya akan bertambah olehnya, dan Al Qur’an bagi hati orang mukmin ibarat air hujan yang disiramkan kepada tanah yang baik.[23] Karena hujjah Allah telah tegak kepada mereka, dan alasan mereka telah terputus, sehingga tidak ada sedikit pun uzur dan syubhat yang dapat diterima dari mereka. Dan orang-orang yang kafir itu seperti orang-orang yang mati dan tanah keras yang tidak menumbuhkan tanaman, sehingga pembacaan Al Qur’an tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak membuat hatinya tumbuh sebagaimana tumbuhnya tanah yang baik.
Sabtu, 9 Disember 2017
AYAT 49-59
TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK
- JILIK-5 AYAT 49-59
- Ayat dibawah ini menerangkan perihal hari kiamat, hari kebangkitan, atau hari dimana malaikat Israfil meniup sangkakala. Lalu menjelaskan tentang balasan kepada manusia sesuai dengan amal perbuatannya, tentang dua golongan; penghuni surga bagi orang yang bertakwa dan penghuni neraka bagi orang yang berdosa.-ayat49-59: Di antara hal yang akan disaksikan pada hari Indahnya pahala yang akan diperoleh kaum mukmin di surga dan buruknya azab yang menimpa orang-orang kafir.Kiamat berupa kebangkitan dan berdiri untuk dihisab.
- MAA YANN ZHURUUNA ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN TA” KHUZUHUM WAHUM YA-KHIS-SIMUUN.FALAA YASTATII-‘UUNA TAW-SIYATAW WALAA ILLAAA AH-LIHIM YARJI-‘UUN.WANUFI-KHA FIS-SUURI FA-IZAA HUM MINAL AJ-DAA-TSII-LAA RABBIHIM YANN-SILUUN.QAALUU YAA WAYLANAA MAMM-BA-‘A-TSANAA MIM-MARQADINAA HAAZA MAA WA-‘ADAR RAHMAANU WASADAQAL MURSALUUN.INN KAANAT ILLAA SAIHATAW WAAHIDATANN FA-I-ZAA HUM JAMI ‘UL LADAI-NAA MUH-DHARUUN.FALYAW MA LAA TUZH-LAMU NAFSUN SYAI-AW WALAA TUJZAU-NA IL-LAA MAA KUNN-TUM TA’ MALUUN.INN-NA AS-HAABAL JAN-NATIL YAWMA FI SYU-GHULINN FAA KIHUUN.HUM WA-AZ WAAJUHUM FII ZHILAALIN ‘ALAL A-RAAA IKI MUT-TAKI-UUN.LAHUM FIIHAA FAAKIHATUW WALA HUM-MAA YADDA-‘UUN.SALAAMUNN QAULAMM-MIR RAB-BIR RAHIIM.WAMTAAZUL YAUMA AY-YUHAL MUJRIMUUN.
- وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤٨) مَا يَنْظُرُونَ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ (٤٩) فَلا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ (٥٠) وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (٥١) قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (٥٢) إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ (٥٣) فَالْيَوْمَ لا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٥٤)إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (٥٥) هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (٥٦) لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ (٥٧) سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (٥٨) وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ (٥٩)
- TAFSIR'AYAT;49. Mereka hanya menunggu satu teriakan,[2] yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar[3]50. Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat[4] dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya[5].51. Lalu ditiuplah sangkakala[6], maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup) menuju (dengan segera) kepada Tuhannya.52. [7]Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” [8]Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih[9] dan benarlah rasul- rasul(-Nya).53. (Kebangkitan dari kubur) itu hanya dengan sekali teriakan saja, maka seketika itu mereka semua[10] dihadapkan kepada kami (untuk dihisab).54. Maka pada hari itu seorang tidak akan dirugikan sedikit pun[11] dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan[12].55. [13]Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)[14].56. Mereka dan pasangan-pasangannya[15] berada dalam tempat yang teduh[16], bersandar di atas dipan-dipan.57. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan[17].58. (Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang[18].59. [19]Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa[20].
- HURAIAN AYAT;
- [[2] Maksudnya, suara tiupan sangkakala pertama yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menghancurkan bumi ini.Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah Ibnu ‘Abbas, Al-Hasan Al-Bashri, Qatadah, Al-Qurthubi dan Ibnu Hajar rahimahumullah.Tiupan sangkakala yang pertama disebut dengan nafkhotul faza’ wa ash-sha’qi, yaitu tiupan yang menyebabkan terkejutnya seluruh makhluk sehingga menyebabkan kematian mereka. Menurut ulama yang berpendapat tiupan sebanyak dua kali, nafkhotul faza’ dan nafkhotu ash-sha’qi ini dua hal yang terjadi dalam satu waktu (satu tiupan), bukan dua tiupan yang terpisah. Artinya, mereka terkejut dan kemudian mati karenanya.Para ulama yang berpendapat dua kali, mereka berdalil dengan firman Allah Ta’ala,يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ“(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam. Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan ke dua.” (QS. An-Nazi’at [79]: 6-7)Ketika menjelaskan ayat di atas, Ibnu Katsir rahimahullah berkata,قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: هَمًّا النَّفْخَتَانِ الْأُولَى وَالثَّانِيَةُ، وَهَكَذَا قَالَ مُجَاهِدٌ وَالْحَسَنُ وَقَتَادَةُ وَالضَّحَّاكُ وَغَيْرُ وَاحِدٍ“Ibnu ‘Abbas berkata,’Keduanya adalah tiupan pertama dan ke dua.’ Dan demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan yang lainnya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/315)Mereka juga berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ“(Jarak) antara dua tiupan adalah empat puluh.” (HR. Bukhari no. 4935)[3] Yakni ketika mereka sedang lalai dan sibuk, baik dengan jual beli, tawar-menawar, makan, minum, dsb.[4] Sedikit atau banyak.[5] Dari pasar dan dari kesibukan mereka, bahkan mereka mati di tempat mereka berbisnis.[6] Tiupan ini adalah tiupan sangkakala yang kedua, di mana dengan tiupan ini bangkitlah orang-orang yang berada dalam kubur. Jarak antara tiupan pertama dengan tiupan kedua adalah 40, sebagaimana disebutkan dalam hadits. Wallahu a’lam, apakah 40 tahun, 40 bulan atau 40 hari.[7] Pada hari itu, orang-orang yang mendustakan bersedih dan menampakkan penyesalan.[8] Lalu dikatakan kepada mereka. dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dalam sebuah hadits yang panjang di dalamnya diceritakan,Kemudian ditiuplah sangkakala. Tidak ada seorang pun yang mendengarnya kecuali dia memasang pendengarannya dan menjulurkan lehernya. Beliau bersabda,’Maka orang yang pertama kali mendengarnya adalah seseorang yang memperbaiki telaga untuk untanya.’ Beliau berkata,’Dia pun mati, dan orang-orang pun mati.’ Kemudian Allah mengirim –atau beliau berkata,’Menurunkan’- hujan gerimis atau naungan –Nu’man (salah seorang perawi) ragu-ragu- yang darinya Allah menumbuhkan (membangkitkan) jasad-jasad manusia. Kemudian ditiuplah sangkakala yang ke dua, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing) …” (HR. Muslim no. 2940).(Jarak) antara dua tiupan adalah empat puluh.” Para sahabat bertanya,”Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari?” Abu Hurairah menjawab,”Aku enggan.” Mereka bertanya lagi,”Empat buluh bulan?” Abu Hurairah menjawab,”Aku enggan.” Mereka bertanya lagi,”Empat puluh tahun?” Abu Hurairah menjawab,”Aku enggan.” (HR. Bukhari no. 4935)
- [9] Syaikh As Sa’diy berkata, “Jangan engkau kira bahwa disebutkan Ar Rahman (Yang Maha Pengasih) di sini hanya untuk memberitakan janji-Nya, bahkan untuk memberitahukan bahwa pada hari yang besar itu mereka akan melihat sebagian dari rahmat-Nya yang tidak pernah terlintas di pikiran dan tidak pernah disangka oleh orang-orang yang menyangka…dst.”[10] Manusia dan jinnya.
- [11] Yakni tidak akan dikurangi kebaikannya dan tidak akan ditambah keburukannya.[12] Baik atau buruk. Barang siapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaknya ia memuji Allah terhadap hal itu, dan barang siapa yang mendapatkan kebalikannya, maka jangan ada yang ia cela selain dirinya.
- [13] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan bahwa setiap orang tidaklah dibalas kecuali sesuai amal yang dia kerjakan, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan balasan untuk kedua golongan (golongan penghuni surga dan golongan penghuni neraka). Allah memulai dengan balasan kepada penghuni surga, bahwa ketika mereka pindah dari beberapa area di hari Kiamat lalu mereka menempati taman-taman surga, mereka berada dalam kesibukan sehingga tidak memperhatikan yang lain karena kenikmatan yang kekal di dalamnya dan keberuntungan yang besar. Al Hasan Al Bashri berkata, “(Mereka) berada dalam kesibukan (sehingga tidak mempedulikan) penduduk neraka yang sedang merasakan azab.” Menurut Mujahid tentang firman Allah Ta’ala, “Bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).” Yakni mereka berada dalam kesenangan dan berbangga dengannya. Sedangkan menurut Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Al Hasan, dan Qatadah tentang firman Allah tersebut, “Yakni mereka disibukkan dengan memecahkan keperawanan (istri mereka yang cantik).”
- [14] Meskipun mereka sibuk, namun mereka tidak pernah lelah.
- [15] Berupa bidadari yang bermata jeli yang cantik parasnya, indah tubuhnya dan baik akhlaknya.[16] Di balik pepohonan.[17] Apa yang mereka inginkan dan mereka cita-citakan ada di hadapan.[18] Dalam ayat ini terdapat firman Allah kepada penghuni surga dan salam-Nya kepada mereka. Apabila Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah mengucapkan salam kepada mereka, maka mereka mendapatkan keselamatan secara sempurna dari berbagai sisi dan mereka memperoleh penghormatan, di mana tidak ada penghormatan yang lebih tinggi daripada itu, dan tidak ada kenikmatan yang serupa dengannya. Coba bayangkan penghormatan dari Penguasa raja-raja, Tuhan Yang Maha Agung, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada penghuni surga, di mana Dia telah melimpahkan keridhaan-Nya kepada mereka, dan tidak akan murka kepada mereka untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, kami berharap kepada Engkau wahai Tuhan kami agar tidak menghalangi kami dari kenikmatan itu dan memberikan kesenangan kepada kami dengan melihat Wajah-Mu yang mulia.[19] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan balasan untuk orang-orang yang bertakwa, Dia menyebutkan balasan-Nya kepada orang-orang yang berdosa.[20] Maka mereka berpisah dari orang-orang mukmin agar Dia menegur mereka dengan keras di hadapan semua manusia sebelum mereka masuk ke dalam neraka.Menurut Ibnu Abbas, “(Yakni) Kami binasakan mereka.” Menurut As Suddiy, “Yakni Kami ubah bentuk mereka.” Menurut Abu Shalih, “Kami jadikan mereka batu.” Sedangkan menurut Al Hasan Al Bashri dan Qatadah, “Tentu Aku jadikan mereka duduk di atas kakinya.”Menurut Syaikh As Sa’diy, “Kami hilangkan gerakan mereka.”
Langgan:
Catatan (Atom)
JILIK KE 2 TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK AKAN BERPINDAH PADA EKAUN G.MAIL YANG BAHARU,.,.INSYAALLAH PADA TAHUN 2019,.,.,AMIIIN
JILIK KE 2 TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK AKAN BERPINDAH PADA EKAUN G.MAIL YANG BAHARU,.,.INSYAALLAH PADA TAHUN 2019,.,.,AMIIIN
-
TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK; SURAH ALI-IMRAN JUZ-4 BISS-,MILLAA-HIR-RAHMAN-NIR-RAHIM,.; Quran, Surah Al-i'Imran, Ayat 154 Summa a...
-
TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK' SURAH MUHAMAD AYAT 21-22 BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM'' 22. fahal ‘asaytum in tawallaytum an t...
-
JILIK KE 2 TAFSIR QURAN DAN HADIS TABARUK AKAN BERPINDAH PADA EKAUN G.MAIL YANG BAHARU,.,.INSYAALLAH PADA TAHUN 2019,.,.,AMIIIN